Rabu, 08 Mei 2024

Isu-isu penyelenggaraan pendidikan dan pembelajaran di sekolah dalam perspektif sosial, budaya, ekonomi dan politik.

Topik 6. Isu-isu penyelenggaraan pendidikan dan pembelajaran di sekolah dalam perspektif sosial, budaya, ekonomi dan politik

Aksi Nyata




Mulai Dari Diri

Hal yang saya pikirkan yaitu pada topik ini saya akan mempelajari masalah atau permasalahan di bidang pendidikan yang dianggap penting dan memerlukan perhatian untuk diselesaikan atau dikelola. Baik itu dari aspek sosial, budaya, ekonomi dan politik yang memengaruhi pendidikan.

Eksplorasi Konsep

Konsep yang dipelajari dari topik bahasan isu-isu penyelenggaraan pendidikan dan pembelajaran di sekolah dalam perspektif sosial, budaya, ekonomi, dan politik meliputi pemahaman tentang bagaimana faktor-faktor tersebut saling terkait dan memengaruhi sistem pendidikan. Sebagai guru penting untuk saya memahami dan menganalisis isu-isu ini dalam konteks sosial, budaya, ekonomi, dan politik agar dapat mengembangkan strategi pendidikan yang lebih efektif dan mendukung bagi semua peserta didik, yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan memastikan akses yang adil bagi semua individu.

Ruang Kolaborasi

Pada ruang kolaborasi saya bersama rekan-rekan memberikan pandangan mengenai Isu-isu penyelenggaraan pendidikan dan pembelajaran di sekolah dalam perspektif sosial, budaya, ekonomi dan politik yang mempengaruhi proses pendidikan serta pembelajaran dan memberikan pandangan tentang kesiapan mengajar dengan memperhatikan Isu-isu penyelenggaraan pendidikan dan pembelajaran di sekolah dalam perspektif sosial, budaya, ekonomi dan politik pada peserta didik. Saya dan rekan-rekan menyadari dan memahami bahwa isu-isu mengenai aspek sosial, budaya, ekonomi dan politik sangat berpengaruh terhadap pendidikan baik itu akses pendidikan, kualitas pendidikan maupun kemajuan pendidikan. Oleh karena itu, perlu adanya kolaborasi antar semua pihak baik pemerintah, sekolah, masyarakat, orang tua dan peserta didik untuk merespon hal ini dengan baik.

Demonstrasi Kontekstual

Saya bersama rekan-rekan bekerja sama mendemonstrasikan pandangan kami dalam bentuk visualisasi yang kreatif. Pada proses demonstrasi kontekstual saya menyadari bahwa pendidikan merupakan fenomena yang kompleks dan terkait erat dengan berbagai dimensi sosial, budaya, ekonomi, dan politik dalam lingkungan sekolah maupun masyarakat. Memiliki pemahaman yang baik dan memahami kompleksitas dan hubungan antara aspek-aspek sosial, budaya, ekonomi, dan politik dalam pendidikan, saya sebagai guru dapat mengembangkan pendekatan yang lebih mendukung dan efektif dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan memastikan bahwa setiap individu memiliki kesempatan yang sama untuk belajar dan berkembang.

Elaborasi Pemahaman

Saya memahami bahwa pendidikan tidak dapat dipisahkan dari konteks sosial, budaya, ekonomi, dan politik di mana pendidikan itu terjadi. Setiap aspek saling memengaruhi dan memperkuat satu sama lain. Saya menyadari bahwa budaya dan nilai-nilai yang berbeda memengaruhi bagaimana pendidikan diselenggarakan. Saya menghargai pentingnya memahami dan mengakomodasi keanekaragaman ini untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang mendukung. Saya mengerti bahwa aspek ekonomi dan politik memainkan peran penting dalam menentukan akses dan kualitas pendidikan. Saya menyadari pentingnya memperjuangkan kesetaraan akses terhadap pendidikan bagi semua individu. Saya juga mengakui bahwa kebijakan pendidikan yang dibuat oleh pemerintah maupun sekolah memiliki dampak yang signifikan dalam penyelenggaraan pendidikan. Saya menyadari pentingnya kebijakan yang memperhatikan berbagai faktor sosial, budaya, ekonomi, dan politik untuk menciptakan sistem pendidikan yang adil dan mendukung bagi semua individu. Saya memperoleh pemahaman tentang bagaimana isu-isu tersebut memengaruhi penyelenggaraan pendidikan dan pembelajaran di sekolah.

Hal baru atau perubahan dalam pemahaman saya tentang isu-isu penyelenggaraan pendidikan dan pembelajaran di sekolah dalam perspektif sosial, budaya, ekonomi, dan politik yaitu saya lebih menyadari sekarang betapa erat keterkaitan antara berbagai aspek sosial, budaya, ekonomi, dan politik dalam konteks pendidikan. Sebagai guru saya membutuhkan analisis yang mendalam mengenai aspek-aspek ini agar dapat berpartisipasi dalam menyelenggarakan pendidikan yang merata, adil dan berkualitas.

Saya ingin mempelajari lebih lanjut tentang langkah-langkah apa yang dapat diambil oleh guru untuk mendukung peserta didik yang berasal dari latar belakang ekonomi kurang mampu dalam mengatasi tantangan finansial di dalam proses pendidikan dan bagaimana peran guru dalam mendukung atau menentang terhadap kebijakan pendidikan tertentu.

Koneksi Antar Materi

Saya belajar tentang pentingnya memahami hubungan antara berbagai aspek dalam penyelenggaraan pendidikan, baik itu dari perspektif sosial, budaya, ekonomi, maupun politik. Saya menyadari bahwa isu-isu dalam pendidikan tidak dapat dipahami secara terpisah, tetapi saling terkait dan memengaruhi satu sama lain. Keterkaitan antara materi dalam mata kuliah ini dengan materi pada mata kuliah lain juga membantu saya mengembangkan keterampilan analisis yang lebih baik, karena saya dapat melihat bagaimana berbagai konsep saling berhubungan dan membentuk pemahaman yang lebih utuh tentang isu-isu dalam pendidikan.

Aksi Nyata

Pembelajaran tentang isu-isu penyelenggaraan pendidikan dan pembelajaran dalam perspektif sosial, budaya, ekonomi, dan politik akan memberi saya dasar yang kuat untuk menjadi seorang guru yang lebih berpengaruh dan efektif dalam mendukung perkembangan peserta didik dan meningkatkan kualitas pendidikan secara keseluruhan.

Saya menilai kesiapan saya saat ini berada pada skala 8 dari 10. Saya perlu belajar lebih lanjut memperdalam pemahaman saya tentang isu-isu penyelenggaraan pendidikan dan pembelajaran dalam perspektif sosial, budaya, ekonomi, dan politik agar membantu saya dalam mengidentifikasi dan menangani tantangan yang saya hadapi di lingkungan pendidikan.

Hal yang perlu saya persiapkan lebih lanjut untuk bisa menerapkan dengan optimal yaitu membaca literatur, atau mengikuti seminar. Ketika saya memperdalam pemahaman saya, saya akan lebih siap untuk mengatasi tantangan yang kompleks dalam penyelenggaraan pendidikan. Saya perlu meningkatkan keterampilan komunikasi saya untuk dapat berinteraksi dengan berbagai pihak yang terlibat dalam pendidikan, baik peserta didik, orang tua, pihak sekolah, dan pembuat kebijakan. Kemampuan untuk berkomunikasi secara efektif akan membantu saya melakukan perubahan positif dan mendukung peserta didik dengan lebih baik. Saya juga perlu meningkatkan keterampilan sosial saya dan meningkatkan empati terhadap peserta didik dari latar belakang yang berbeda. Hal ini akan membantu saya membangun hubungan yang lebih kuat dengan peserta didik dan keluarga mereka, serta memahami kebutuhan individu mereka dengan lebih baik. selain itu, saya perlu terlibat dalam diskusi dan proses pengambilan keputusan terkait kebijakan untuk memberikan kontribusi pada perubahan positif dalam sistem pendidikan. Apabila saya mempersiapkan diri saya secara baik melalui pembelajaran, pengalaman, dan pengembangan keterampilan, saya akan menjadi guru yang lebih siap untuk menghadapi tantangan kompleks dalam menyelenggarakan pendidikan yang mendukung.

Kamis, 02 Mei 2024

Pendekatan, strategi, metode, dan teknik pembelajaran yang diterapkan sebagai Scaffolding pada ZPD.

Topik 5. Pendekatan, strategi, metode, dan teknik pembelajaran yang diterapkan sebagai Scaffolding pada ZPD.


Aksi Nyata



Mulai Dari Diri

Pendekatan, strategi, metode, dan teknik pembelajaran yang diterapkan sebagai Scaffolding pada ZPD merupakan cara guru dalam mengajar dan memberikan bantuan kepada peserta didik untuk mengembangkan kemampuan mereka. Scaffolding mengacu pada proses seorang guru atau fasilitator memberikan dukungan yang tepat kepada peserta didik selama pembelajaran, sehingga mereka dapat mengembangkan pemahaman dan keterampilan mereka dalam ZPD mereka, yaitu area antara apa yang peserta didik dapat lakukan sendiri dan apa yang dapat mereka lakukan dengan bantuan.

Eksplorasi Konsep

Hal yang saya pelajari dalam topik ini yaitu pentingnya memilih pendekatan yang tepat oleh saya sebagai guru karena memengaruhi cara melaksanakan pembelajaran dan saya sebagai guru dalam membantu peserta didik. Memilih pendekatan yang berfokus pada pembelajaran aktif, kolaboratif, dan berbasis masalah dapat memfasilitasi Scaffolding yang efektif dalam ZPD. Strategi atau cara saya sebagai guru dalam menerapkan langkah-langkah pembelajaran harus relevan dengan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai. Setiap strategi harus dirancang untuk memberikan dukungan yang sesuai kepada peserta didik dalam mencapai pemahaman dan keterampilan yang diinginkan dalam ZPD mereka. Metode pembelajaran yang saya pilih harus sesuai dengan tingkat kemampuan peserta didik dalam ZPD mereka. Menggunakan metode yang tepat akan membantu saya memaksimalkan efektivitas Scaffolding dengan memberikan bantuan yang sesuai dengan kebutuhan peserta didik. Teknik-teknik pembelajaran atau cara saya sebagai guru dalam mengimplementasikan metode harus dirancang untuk memberikan dukungan yang khusus dan sesuai dengan kebutuhan seriap peserta didik dalam ZPD mereka. Memahami konsep-konsep ini dan mengintegrasikannya dengan praktik pembelajaran, saya sebagai guru dapat lebih efektif membantu peserta didik mencapai potensi maksimal mereka dalam proses pembelajaran.

Ruang Kolaborasi

Saya bersama rekan-rekan mempelajari dan memberikan pandangan tentang pendekatan, strategi, metode, dan teknik pembelajaran yang diterapkan sebagai scaffolding pada ZPD. Pendekatan, strategi, metode, dan teknik pembelajaran yang digunakan sebagai Scaffolding pada ZPD memiliki dampak yang signifikan pada proses pendidikan dan pembelajaran. Scaffolding adalah konsep yang menitikberatkan pada bantuan yang diberikan kepada peserta didik oleh guru atau rekan sebaya untuk membantu mereka mencapai pemahaman yang lebih mendalam tentang materi pembelajaran. Pendekatan yang diterapkan sebagai Scaffolding adalah pendekatan yang berpusat pada peserta didik, di mana peran guru adalah sebagai fasilitator yang membimbing peserta didik menuju pemahaman yang lebih dalam dengan memperhatikan kebutuhan dan tingkat kemampuan mereka. Strategi yang digunakan dalam Scaffolding meliputi identifikasi ZPD setiap peserta didik, penetapan tujuan yang sesuai dengan kemampuan mereka, dan penyediaan bantuan yang tepat sesuai dengan tingkat pemahaman mereka. Metode pembelajaran yang digunakan dalam Scaffolding dapat bervariasi tergantung pada konteks pembelajaran dan kebutuhan peserta didik. Beberapa metode yang umum digunakan termasuk diskusi kelompok, pembelajaran berbasis proyek, pembelajaran kooperatif, atau pemodelan berpikir, yang bertujuan untuk membantu peserta didik memperluas ZPD mereka. Teknik konkret yang digunakan dalam Scaffolding meliputi pemberian umpan balik yang konstruktif, pertanyaan yang mengarahkan pemikiran reflektif, penyediaan contoh atau model yang jelas, dan dukungan individual sesuai kebutuhan. Teknik-teknik ini bertujuan untuk membantu peserta didik mengatasi hambatan pemahaman, memperluas ZPD mereka, dan mencapai tujuan pembelajaran. Penerapan Scaffolding pada ZPD memengaruhi proses pendidikan dan pembelajaran dengan menciptakan lingkungan pembelajaran yang mendukung, merangsang, dan menantang peserta didik, akan membantu mereka mencapai potensi pembelajaran maksimal.

Demonstrasi Kontekstual

Hal penting yang saya pelajari dari proses demonstrasi kontekstual bersama kelompok yaitu melalui presentasi dan diskusi kelas, kami memberikan pandangan mengenai pendekatan, strategi, metode, dan teknik pembelajaran yang diterapkan sebagai Scaffolding pada ZPD yang mempengaruhi proses pendidikan serta pembelajaran dan kesiapan mengajar dengan memperhatikan pendekatan, strategi, metode, dan teknik pembelajaran yang diterapkan sebagai Scaffolding pada ZPD pada peserta didik. Hal ini menambah pemahaman saya tentang Pendekatan, strategi, metode, dan teknik pembelajaran yang diterapkan sebagai Scaffolding pada ZPD yang efektif dalam mendukung peserta didik dan membantu mereka mencapai potensi maksimal mereka.

Elaborasi Pemahaman

Hal yang saya pahami pada topik ini yaitu bahwa metode Scaffolding pada ZPD membuat saya sebagai guru lebih memahami cara peserta didik belajar dan cara yang saya lakukan untuk membantu mereka mencapai potensi maksimal mereka. Menggunakan pendekatan, strategi, metode, dan teknik pembelajaran yang diterapkan sebagai Scaffolding pada ZPD, Saya sebagai guru dapat memberikan pengalaman pembelajaran yang bermakna dan efektif bagi peserta didik, yang akan memperkuat keterampilan dan pengetahuan mereka. Saya juga menyadari bahwa masih ada tantangan dan hambatan yang perlu diatasi dalam penerapan pendekatan, strategi, metode, dan teknik pembelajaran yang diterapkan sebagai Scaffolding pada ZPD. Sebagian guru belum sepenuhnya mampu menerapkan pendekatan, strategi, metode, dan teknik pembelajaran yang diterapkan sebagai Scaffolding pada ZPD dalam konteks pendidikan dan pengajaran. Hal ini disebabkan oleh dominasi budaya pembelajaran yang lebih cenderung menggunakan pendekatan pengajaran konvensional atau berpusat pada guru di Indonesia, yang tidak selalu mendukung penerapan Scaffolding. Selain itu, keterbatasan sumber daya di sekolah-sekolah di juga menjadi penghalang bagi guru dalam memberikan dukungan individual yang sesuai dengan ZPD masing-masing peserta didik, dan kurangnya pelatihan yang memadai bagi guru untuk memahami dan menerapkan konsep ZPD secara efektif. Akibatnya, banyak guru tidak sepenuhnya siap atau terampil dalam menerapkan Scaffolding dalam pengajaran mereka.

Hal baru yang saya pahami atau yang berubah dari pemahaman di awal sebelum pembelajaran yaitu saya memperoleh pemahaman dalam menerapkan pendekatan, strategi, metode, dan teknik pembelajaran yang diterapkan sebagai Scaffolding pada ZPD dalam pengajaran. Hal ini melibatkan penggunaan teknik-teknik berupa pertanyaan pemantik, umpan balik, atau pengorganisasian tugas-tugas berkelompok yang mendukung pembelajaran peserta didik. Saya menyadari akan tantangan yang telah mengembangkan pemahaman yang lebih baik tentang tantangan yang dihadapi oleh guru dalam menerapkan Scaffolding pada ZPD. Hal ini mencakup kesadaran tentang bagaimana budaya pembelajaran yang sudah mapan atau keterbatasan sumber daya yang terkadang menjadi hambatan bagi penerapan Scaffolding dalam praktik pembelajaran. Saya juga menyadari pentingnya dukungan dan pelatihan yang memadai bagi guru untuk menerapkan Scaffolding pada ZPD dengan efektif. Hal ini mencakup pemahaman tentang bagaimana pelatihan yang memadai dapat membantu guru menjadi lebih siap dan terampil dalam menerapkan konsep ini dalam pengajaran mereka.

Hal-hal yang ingin saya pelajari lebih lanjut yaitu konsep ZPD dan tingkat tantangan yang sesuai. Bagaimana pembelajaran kolaboratif dapat digunakan sebagai sarana untuk menerapkan Scaffolding pada ZPD, termasuk strategi-strategi untuk memfasilitasi kolaborasi yang efektif di antara antar peserta didik. Bagaimana teknologi dapat digunakan sebagai alat untuk mendukung Scaffolding pada ZPD untuk memfasilitasi pembelajaran yang disesuaikan dengan kebutuhan setiap peserta didik.

Koneksi Antar Materi

Pendekatan, strategi, metode, dan teknik pembelajaran sebagai Scaffolding pada ZPD memiliki keterkaitan dengan materi asesmen. Asesmen berperan sebagai alat untuk menilai kebutuhan belajar, perkembangan, dan pencapaian hasil belajar peserta didik. ZPD setiap peserta didik dapat diketahui dengan melakukan evaluasi peserta didik, Hasil evaluasi ini memberikan informasi yang penting untuk mengidentifikasi kebutuhan belajar dan tingkat pemahaman setiap peserta didik, serta menentukan di mana mereka memerlukan bantuan tambahan.Berdasarkan informasi dari asesmen tersebut,saya sebagai guru dapat merencanakan pembelajaran yang sesuai dengan ZPD masing-masing peserta didik. Hal ini melibatkan menyusun tujuan pembelajaran yang sesuai dan terukur untuk setiap peserta didik, serta menentukan strategi, metode, dan teknik pembelajaran yang tepat. Dengan demikian, guru dapat memberikan bantuan yang sesuai dan mendukung perkembangan peserta didik secara optimal sesuai dengan kebutuhan dan tingkat pemahaman mereka. Mata kuliah Pemahaman tentang Peserta Didik dan Pembelajarannya menekankan pentingnya bagi guru untuk memahami peserta didik secara menyeluruh dan mendukung pembelajaran mereka secara efektif. Pada konteks ini, keterkaitan antara pendekatan, strategi, metode, dan teknik pembelajaran yang diterapkan sebagai Scaffolding pada ZPD menjadi sangat penting.Memahami peserta didik sebagai individu dengan kebutuhan, minat, dan latar belakang yang berbeda, guru perlu menerapkan pendekatan yang berpihak pada peserta didik dengan memanfaatkan berbagai strategi, metode, dan teknik. Dengan memberikan umpan balik secara terus-menerus, guru dapat lebih sensitif terhadap kebutuhan belajar dan perkembangan peserta didik. Mengintegrasikan pendekatan, strategi, metode, dan teknik pembelajaran yang berpihak pada peserta didik sebagai Scaffolding pada ZPD, guru dapat menciptakan lingkungan pembelajaran yang responsif dan mendukung bagi setiap peserta didik. Hal ini membantu mereka untuk mencapai potensi belajar mereka secara optimal, karena pembelajaran disesuaikan dengan ZPD masing-masing peserta didik. Pendekatan, strategi, metode, dan teknik pembelajaran yang diterapkan sebagai Scaffolding pada ZPD memiliki keterkaitan dengan materi Kompetensi Sosial Emosional (KSE) yang merupakan faktor kunci dalam menciptakan lingkungan pembelajaran yang mendukung perkembangan sosial dan emosional peserta didik. Strategi pembelajaran kolaboratif membantu peserta didik untuk bekerja sama dalam kelompok untuk mencapai tujuan bersama. Dalam konteks KSE, strategi ini memungkinkan peserta didik untuk mempraktikkan keterampilan kerja sama, komunikasi, dan pemecahan masalah bersama dengan teman sebaya. Penggunaan metode yang melibatkan peserta didik dalam proyek-proyek yang menerapkan konsep-konsep KSE dalam kehidupan nyata membantu mereka mengembangkan keterampilan kerja sama tim, kepemimpinan, dan tanggung jawab sosial. Mengintegrasikan pendekatan, strategi, metode, dan teknik pembelajaran yang berfokus pada KSE sebagai Scaffolding pada ZPD, saya sebagai guru dapat membantu peserta didik untuk mengembangkan keterampilan sosial dan emosional yang penting untuk sukses dalam kehidupan pribadi dan akademis mereka.

Aksi Nyata

Pembelajaran tentang Pendekatan, strategi, metode, dan teknik pembelajaran yang diterapkan sebagai Scaffolding pada ZPD memiliki banyak manfaat yang dapat meningkatkan kesiapan saya sebagai seorang guru yaitu saya mendapat pemahaman tentang konsep-konsep pembelajaran yang mendasari Scaffolding pada ZPD. Berbagai pendekatan, strategi, metode, dan teknik pembelajaran yang mendukung Scaffolding pada ZPD, termasuk kemampuan untuk merencanakan pembelajaran yang disesuaikan dengan kebutuhan dan tingkat pemahaman setiap peserta didik. Kesiapan dalam mengatasi tantangan yang timbul dalam proses pembelajaran, seperti perbedaan kebutuhan peserta didik, keterbatasan sumber daya, atau budaya pembelajaran yang beragam. Saya akan belajar cara mengidentifikasi dan mengatasi tantangan ini dengan lebih efektif. Penerapan Scaffolding pada ZPD yang dapat menciptakan lingkungan pembelajaran yang lebih responsif dan mendukung bagi peserta didik. Hal ini membantu meningkatkan kualitas pembelajaran dan pencapaian peserta didik.

Saya menilai kesiapan saya saat ini berada pada skala 8 dari 10. Saya masih perlu belajar lebih lanjut memperdalam pemahaman saya mengenai konsep ZPD dan tingkat tantangan yang sesuai. Bagaimana pembelajaran kolaboratif dapat digunakan sebagai sarana untuk menerapkan Scaffolding pada ZPD, termasuk strategi-strategi untuk memfasilitasi kolaborasi yang efektif di antara antar peserta didik. Bagaimana teknologi dapat digunakan sebagai alat untuk mendukung Scaffolding pada ZPD untuk memfasilitasi pembelajaran yang disesuaikan dengan kebutuhan setiap peserta didik.

Hal yang perlu saya persiapkan lebih lanjut untuk bisa menerapkan pendekatan, strategi, metode, dan teknik pembelajaran sebagai Scaffolding pada ZPD dengan optimal yaitu dengan memahami konsep-konsep yang mendasari Scaffolding pada ZPD. Refleksi tentang pendekatan, strategi, dan teknik pembelajaran apa yang telah berhasil dan apa yang perlu diperbaiki dalam pengalaman praktik pengajaran saya sebelumnya. Mengikuti pelatihan yang dapat meningkatkan keterampilan saya dalam menerapkan Scaffolding pada ZPD. Mendiskusikan dan berkolaborasi dengan guru-guru atau atau rekan sejawat yang memiliki pengalaman dalam menerapkan Scaffolding pada ZPD. Berturkar ide, pengalaman, dan strategi yang efektif dalam mendukung pembelajaran peserta didik. Merencanakan pembelajaran yang disesuaikan dengan kebutuhan dan tingkat pemahaman masing-masing peserta didik. Menentukan tujuan pembelajaran yang jelas dan terukur, serta strategi dan teknik pembelajaran yang sesuai dengan ZPD mereka. Manfaatkan sumber daya yang tersedia, termasuk buku teks, materi pembelajaran online, perangkat lunak pendidikan, dan alat bantu pembelajaran lainnya yang mendukung penerapan Scaffolding pada ZPD. Melakukan evaluasi terus-menerus terhadap efektivitas pendekatan, strategi, metode, dan teknik pembelajaran yang saya terapkan. Menyesuaikan pendekatan saya berdasarkan umpan balik dari peserta didik dan hasil evaluasi pembelajaran. Mempersiapkan diri saya melalui pemahaman yang mendalam, pelatihan, kolaborasi, dan perencanaan yang baik, saya akan lebih siap untuk menerapkan pendekatan, strategi, metode, dan teknik pembelajaran yang diterapkan sebagai Scaffolding pada ZPD dengan optimal dalam pembelajaran.





Rabu, 10 April 2024

Pembelajaran pada ‘Zone of Proximal Development (ZPD)’

Topik 4. Pembelajaran pada ‘Zone of Proximal Development (ZPD)’

Aksi Nyata


Mulai Dari Diri

Hal yang saya pikirkan tentang topik ini sebelum memulai proses pembelajaran yaitu bahwa pada topik ini saya akan belajar tentang pembelajaran pada ‘Zone of Proximal Development (ZPD)’. ZPD merupakam rentang kemampuan individu yang belum sepenuhnya dikembangkan oleh individu, tetapi dapat ditingkatkan dengan bantuan dan bimbingan dari orang lain yang lebih berpengalaman.

Eksplorasi Konsep

Pada topik ini saya mempelajari konsep Zone of Proximal Development (zona perkembangan proksimal) atau diartikan sebagai daerah perkembangan terdekat (DPT). Perkembangan kemampuan seseorang dibedakan ke dalam dua tingkat, yaitu tingkat perkembangan aktual dan tingkat perkembangan potensial. Tingkat perkembangan aktual tampak dari kemampuan seseorang untuk menyelesaikan tugas-tugas atau memecahkan berbagai masalah secara mandiri. Ini disebut sebagai kemampuan instrumental, sedangkan tingkat perkembangan potensial tampak dari kemampuan seseorang untuk meyelesaikan tugas-tugas dan memecahkan masalah ketika di bawah bimbingan orang dewasa atau ketika berkolaborasi dengan teman sebaya yang lebih kompeten. Ini disebut sebagai kemampuan intermental. Jarak antara keduanya, yaitu tingkat perkembangan aktual dan tingkat perkembangan potensial ini disebut zona perkembangan proksimal. Saya mendapat pemahaman bahwa bimbingan dan dukungan yang tepat sangat penting dalam membantu peserta didik mengatasi kesulitan dan mengembangkan kemampuan mereka. Sebagai calon guru saya memahami pentingnya memberikan bantuan yang sesuai dengan tingkat kemampuan peserta didik untuk mendorong mereka mencapai kemampuan maksimal mereka. Konsep ZPD mendorong pembelajaran yang kolaboratif yang mana peserta didik saling membantu dan belajar satu sama lain. Saya sebagai guru harus mempelajari strategi untuk memfasilitasi kerja sama antar peserta didik dalam kelompok untuk memanfaatkan ZPD masing-masing peserta didik.

Ruang Kolaborasi

Saya bersama rekan-rekan mempelajari tentang pembelajaran pada ‘Zone of Proximal Development (ZPD)’ yang mempengaruhi proses pendidikan serta pembelajaran. Konsep ZPD mendorong saya sebagai guru untuk menyesuaikan pengajaran sesuai dengan kebutuhan dan tingkat kemampuan peserta didik. Menyadari bahwa setiap peserta didik berada pada tahap perkembangan yang berbeda, saya sebagi guru harus merancang pengalaman belajar yang tepat untuk mengoptimalkan potensi peserta didik. Saya bersama rekan-rekan juga mempelajari kesiapan mengajar dengan memperhatikan Pembelajaran pada ‘Zone of Proximal Development (ZPD)’ pada peserta didik. Mengajar dengan memperhatikan Pembelajaran pada Zona Pembangunan Proksimal (ZPD) memerlukan kesiapan yang meliputi pemahaman tentang ZPD itu sendiri, kemampuan untuk mengidentifikasi ZPD masing-masing peserta didik, serta keterampilan dalam merancang dan memberikan pembelajaran yang sesuai dengan ZPD setiap peserta didik. Kami juga mempelajari persamaan dan perbedaan pandangan tentang Pembelajaran pada ‘Zone of Proximal Development (ZPD)’ yang mempengaruhi proses pendidikan yang dimiliki. Persamaan dan perbedaan pandangan tentang Pembelajaran pada Zone of Proximal Development (ZPD) dapat bervariasi tergantung pada perspektif teoretis individu yang mengamati konsep tersebut. Terdapat persamaan pandangan yaitu pentingnya bimbingan dan dukungan dari orang lain dalam memfasilitasi pembelajaran yang optimal. Baik itu melalui bimbingan guru, kolaborasi dengan sesama peserta didik, atau bantuan dari orang dewasa lainnya. Selain itu, adapun pandangan yang berbeda yang menekankan faktor-faktor yang berbeda dalam pembelajaran. Kami juga mempelajari persamaan dan perbedaan pandangan tentang mengajar dengan memperhatikan Pembelajaran pada ‘Zone of Proximal Development (ZPD)’ yang pada peserta didik yang dimiliki. Persamaan pandangan tentang mengajar dengan memperhatikan Pembelajaran pada ‘Zone of Proximal Development (ZPD)’yaitu sama-sama mengakui bahwa setiap peserta didik memiliki kebutuhan dan tingkat kemampuan yang berbeda. Pentingnya mengutamakan penyesuaian pengalaman belajar agar sesuai dengan kemampuan atau kebutuhan setiap peserta didik, berfokus pada pertumbuhan dan perkembangan peserta didik dan tujuan utama pengajaran adalah membantu atau membimbing peserta didik mencapai potensi maksimal mereka. Perbedaan pandangan tentang mengajar dengan memperhatikan Pembelajaran pada ‘Zone of Proximal Development (ZPD)’yaitu yaitu pada pemilihan model, metode, dan pendekatan pembelajaran yang akan digunakan saat menerapkan pembelajaran dengan memperhatikan ZPD.

Demonstrasi Kontekstual

Hal penting yang saya pelajari dari proses demonstrasi kontekstual bersama kelompok yaitu melalui presentasi dan diskusi kelas, kami mendapat tanggapan dan memberikan pandangan mengenai pembelajaran pada ‘Zone of Proximal Development (ZPD)’ yang mempengaruhi proses pendidikan dan pembelajaran serta mengajar dengan memperhatikan Pembelajaran pada ‘Zone of Proximal Development (ZPD)’ pada peserta didik.Hal ini menambah pemahaman saya tentang pembelajaran pada ‘Zone of Proximal Development (ZPD)’.

Elaborasi Pemahaman

Saya memahami bahwa konsep Zone of Proximal Development (ZPD)’atau yang dikenal sebagai daerah Perkembangan terdekat  menggambarkan perbedaan antara kemampuan aktual seseorang dalam menyelesaikan tugas sendiri dan kemampuan potensialnya dalam menyelesaikan tugas dengan bantuan atau kolaborasi dengan yang lebih berpengalaman. Jarak antara kedua tingkat perkembangan ini disebut Zone of Proximal Development (ZPD). Saya menyadari bahwa bimbingan yang sesuai sangat penting untuk membantu peserta didik mengatasi kesulitan dan mengembangkan kemampuan mereka. Sebagai calon guru, saya mengerti bahwa memberikan bantuan yang sesuai dengan kemampuan peserta didik adalah kunci untuk mendorong mereka mencapai potensi maksimal. Saya juga memahami bahwa  pembelajaran dalam Zone of Proximal Development (ZPD) memiliki dampak yang signifikan pada proses pendidikan dan pembelajaran. Pengajaran perlu disesuai karena setiap siswa memiliki tingkat perkembangan yang berbeda. Memahami ZPD peserta didik, saya sebagai guru dapat menyesuaikan pengajaran mereka sehingga sesuai dengan tingkat kemampuan dan pemahaman peserta didik. Hal ini membantu menciptakan pengalaman belajar yang relevan dan bermakna bagi setiap peserta didik. ZPD mengedepankan pentingnya memberikan bimbingan yang tepat kepada peserta didik. Saya sebagai guru memanfaatkan ZPD peserta ddik untuk memberikan bimbingan yang sesuai dengan tingkat kemampuan mereka, membantu mereka mengatasi kesulitan dan meningkatkan pemahaman mereka. Bimbingan ini dapat berupa pertanyaan yang menuntun, pemberian umpan balik atau lainnya.

Pemahaman tentang pembelajaran pada ‘Zone of Proximal Development (ZPD) mengalami beberapa perubahan atau penambahan pemahaman yaitu proses pembelajaran membantu saya memahami konsep ini dengan lebih mendalam. Saya melihat bagaimana konsep ini memengaruhi proses pembelajaran secara langsung dan bagaimana itu dapat diterapkan dalam konteks pendidikan. Selama proses pembelajaran, saya mulai mengidentifikasi cara-cara di mana konsep ZPD dapat diterapkan dalam praktik pengajaran baik penyesuaian strategi pengajaran, penggunaan bahan-bahan ajar yang sesuai, dan cara mengidentifikasi ZPD masing-masing peserta didik. Saya juga memahami secara lebih baik bagaimana memberikan bimbingan dan dukungan yang tepat kepada peserta didik sesuai dengan ZPD mereka. Hal ini melibatkan pengembangan keterampilan dalam memberikan umpan balik yang konstruktif dan merancang aktivitas yang sesuai dengan tingkat kemampuan peserta didik. Saya juga menyadari betapa pentingnya kolaborasi dan keterlibatan peserta didik dalam proses pembelajaran. Saya melihat bagaimana memfasilitasi diskusi yang produktif, merangsang kerja kelompok yang efektif, atau memberikan kesempatan bagi peserta didik untuk belajar satu sama lain dapat meningkatkan pengalaman pembelajaran mereka.

Saya ingin mempelajari lebih lanjut mengenai strategi pengajaran yang efektif untuk memanfaatkan ZPD peserta didik, bagaimana mengidentifikasi ZPD masing-masing peserta didik dengan lebih akurat, bagaimana mengimplementasikan kolaborasi dan kerja kelompok yang efektif dalam konteks pembelajaran ZPD, dan bagaimana konsep ZPD diterapkan dalam konteks khusus, seperti pembelajaran online, atau pembelajaran berbasis proyek.

Koneksi Antar Materi

Topik pembahasan pembelajaran pada ‘Zone of Proximal Development (ZPD) memiliki keterkaitan dengan materi pada mata kuliah yang sama maupun dengan mata kuliah lain. Pembelajaran pada ‘Zone of Proximal Development (ZPD)’ memiliki keterkaitan dengan materi dasar - dasar pendidikan ki hadjar dewantara pada mata kuliah Filosofi Pendidikan di Indonesia. ZPD menekankan pentingnya memberikan bimbingan atau dukungan kepada peserta didik untuk mencapai potensi maksimal mereka. Konsep ini sejalan dengan pandangan Ki Hadjar Dewantara tentang pentingnya memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mengembangkan kemampuan mereka sendiri melalui bimbingan dan dukungan yang tepat. Pembelajaran pada ‘Zone of Proximal Development (ZPD)’ memiliki keterkaitan dengan materi pendekatan Teaching at The Right Level pada perencanaan pengajaran dan asesmen pada mata kuliah Prinsip Pengajaran dan Asesmen yang Efektif. Konsep ZPD dan pendekatan TaRL  mengakui bahwa setiap peserta didik memiliki kebutuhan belajar yang berbeda. Oleh karena itu, dalam perencanaan pengajaran dan asesmen, penting bagi saya sebagai guru untuk menyesuaikan materi pembelajaran dengan ZPD atau tingkat kemampuan atau pemahaman peserta didik. Dengan demikian, peserta didik dapat belajar dengan baik dan mencapai potensi maksimal mereka. Pembelajaran pada ‘Zone of Proximal Development (ZPD)’ memiliki keterkaitan dengan materi pembelajaran yang bepihak pada peserta didik pada mata kuliah Pemahaman tentang Peserta Didik dan Pembelajarannya. Konsep ZPD menekankan pentingnya memahami tingkat kemampuan dan kebutuhan peserta didik. Pada mata kuliah Pemahaman tentang Peserta Didik dan Pembelajarannya, pembelajaran yang berpusat pada peserta didik juga mengakui bahwa setiap peserta didik memiliki gaya belajar, kebutuhan, dan kecepatan belajar yang berbeda. Oleh karena itu, dengan memahami ZPD, saya sebagai guru dapat menyesuiakan pengajaran dengan kemampuan dan kebutuhan peserta didik dan memberikan dukungan yang tepat. Konsep ZPD menegaskan pentingnya interaksi sosial dan kolaborasi antara peserta didik dan pendidik dan antar sesama peserta didik. Pembelajaran yang berpusat pada peserta didik sering kali melibatkan kegiatan kolaboratif, diskusi, dan proyek bersama untuk peserta didik belajar satu sama lain dan dari pengalaman mereka sendiri. Melalui kolaborasi ini, peserta didik dapat saling mendukung dan membantu satu sama lain dalam mencapai tujuan pembelajaran.

Aksi Nyata

Pembelajaran pada ZPD memiliki beberapa manfaat untuk kesiapan saya sebagai seorang guru. Memahami konsep ZPD membantu saya mengembangkan pemahaman yang lebih mendalam tentang bagaimana peserta didik belajar dan berkembang. Hal ini membuat saya menjadi lebih sensitif terhadap kebutuhan dan kemampuan setiap peserta didik di kelas. Memahami ZPD peserta didik, saya dapat menyesuaikan pengajaran saya untuk memenuhi kebutuhan dan tingkat pemahaman merekaa dan merancang pengalaman pembelajaran yang lebih relevan dan bermakna, yang dapat meningkatkan efektivitas pembelajaran. Konsep ZPD juga membantu saya mengenali kapan dan bagaimana memberikan bimbingan yang tepat kepada peserta didik. Hal ni membantu saya untuk memberikan dukungan yang sesuai dengan tingkat kemampuan peserta didik, membantu mereka mengatasi kesulitan, dan meningkatkan pemahaman mereka tentang materi. Pembelajaran dalam ZPD mendorong kerja sama dan kolaborasi antara peserta didik. Sebagai seorang guru,  saya dapat mengembangkan keterampilan untuk memfasilitasi kerja kelompok yang efektif, menerapkan diskusi yang produktif, dan membantu peserta didik belajar satu sama lain. Selain itu, memahami ZPD membantu saya menjadi lebih terampil dalam menggunakan penilaian formatif untuk memantau kemajuan peserta didik. Hal ini membantu saya untuk mengidentifikasi kebutuhan peserta didik dengan lebih baik dan memberikan umpan balik yang relevan dan konstruktif.

Saya menilai kesiapan saya saat ini berada pada skala 8 dari 10. Saya masih perlu belajar lebih lanjut memperdalam pemahaman saya mengenai strategi pengajaran yang efektif untuk memanfaatkan ZPD peserta didik, bagaimana mengidentifikasi ZPD masing-masing peserta didik dengan lebih akurat, bagaimana mengimplementasikan kolaborasi dan kerja kelompok yang efektif dalam konteks pembelajaran ZPD, dan bagaimana konsep ZPD diterapkan dalam konteks khusus, seperti pembelajaran online, atau pembelajaran berbasis proyek.

Hal yang perlu saya mempersipakan lebih lanjut untuk menerapkan pembelajaran pada Zone of Proximal Development (ZPD sebagai seorang guru dengan optimal yaitu perlu memiliki pemahaman yang kuat tentang konsep ZPD, termasuk bagaimana mengidentifikasi dan mengukur ZPD peserta didik, bagaimana ZPD memengaruhi proses pembelajaran, dan bagaimana menerapkannya dalam pengajaran. Saya juga melakukan analisis mendalam terhadap kebutuhan dan kemampuan peserta didik di kelas. Hal ini melibatkan pengamatan, evaluasi hasil tes, dan interaksi dengan peserta didik untuk memahami tingkat perkembangan mereka. Mempelajari cara memfasilitasi kerja kelompok dan kolaborasi antara peserta didik untuk memanfaatkan ZPD masing-masing peserta didik. Hal ini termasuk pengembangan keterampilan komunikasi, manajemen konflik, dan kerja tim. Saya juga pelu mempelajari cara menggunakan penilaian formatif untuk memantau kemajuan peserta didik dalam ZPD mereka. Hal ini membantu saya untuk memberikan umpan balik yang tepat waktu dan relevan, serta menyesuaikan instruksi sesuai dengan kebutuhan peserta didik. Mempersiapkan diri saya dengan cara-cara tersebut, saya akan dapat menerapkan pembelajaran pada ZPD dengan lebih efektif dan memberikan pengalaman pembelajaran yang mendukung bagi peserta didik. 

Jumat, 08 Maret 2024

Perspektif Sosial, Budaya, Ekonomi, dan Politik dalam Pembelajaran

Topik 3 Perspektif Sosial, Budaya, Ekonomi, dan Politik dalam Pembelajaran
Aksi Nyata




Mulai Dari Diri

Hal yang saya pikirkan tentang topik ini sebelum memulai proses pembelajaran, melihat dari judul topik bahasan saya berpikir materi ini membahas bagaimana cara guru dan peserta didik memahami sosial, budaya, ekonomi, dan politik dalam pembelajaran agar menciptakan lingkungan pembelajaran yang mendukung bagi semua peserta didik.

Eksplorasi Konsep

Hal yang saya pelajari dari konsep yang saya pelajari dalam topik ini ialah penting sekali memahami penerapan sosial, budaya, ekonomi dan politik dalam pembelajaran dan memahami pendekatan, strategi, metode dan teknik pembelajaran agar pembelajaran yang dilakukan mengakomodasi keragaman latar belakang setiap peserta didik. Memahami dan menghargai perbedaan membantu guru dan peserta didik memiliki hubungan sosial yang baik dan tercipta suasana kelas yang menyenangkan.

Ruang Kolaborasi

Saya mempelajari lebih lanjut bersama dengan rekan-rekan dalam ruang kolaborasi mengenai perspektif sosial, budaya, ekonomi, dan politik dalam  pembelajaran yang mempengaruhi proses pendidikan. Kesiapan kami mengajar dengan memperhatikan Perspektif sosial, budaya, ekonomi, dan politik dalam pembelajaran pada peserta didik. Persamaan dan perbedaan pandangan tentang Perspektif sosial, budaya, ekonomi, dan politik dalam pembelajaran yang mempengaruhi proses pendidikan yang dimiliki, serta persamaan dan perbedaan pandangan tentang mengajar dengan memperhatikan Perspektif sosial, budaya, ekonomi, dan politik dalam pembelajaran pada peserta didik yang dimiliki.

Demonstrasi Kontekstual

Hal penting yang saya pelajari dari proses demonstrasi kontekstual bersama kelompok yaitu melalui presentasi dan diskusi kelas, kami menerima dan memberikan pandangan mengenai perspektif sosial, budaya, ekonomi dan politik dalam pembelajaran. Hal ini membantu mendapat pemahaman yang mendalam mengenai perspektif sosial, budaya, ekonomi dan politik dalam pembelajaran.

Elaborasi Pemahaman

Pada topik ini, saya memahami bahwa dalam konteks pembelajaran, pemahaman tentang perspektif sosial, budaya, ekonomi, dan politik sangat penting untuk mengakomodasi keragaman peserta didik dan menciptakan lingkungan pembelajaran yang mendukung bagi peserta didik. Penting untuk menciptakan lingkungan belajar yang memperhatikan semua aspek ini agar pembelajaran dapat menjadi pengalaman yang relevan dan bermakna bagi semua peserta didik. Hal baru yang saya pahami adalah bahwa perspektif sosial, budaya, ekonomi, dan politik berdampak signifikan terhadap pembelajaran dalam pendidikan. Perspektif sosial, budaya, ekonomi, dan politik tidak hanya penting untuk dipahami oleh guru, tetapi juga peserta didik. Guru dan peserta didik memiliki pemahaman yang baik terhadap sosial, budaya, ekonomi, dan politik membantu mereka menciptakan pembelajaran yang menyenangkan dan efektif. Saya ingin mendalami pengetahuan tentang berbagai budaya, tradisi, dan nilai-nilai masyarakat agar memberikan wawasan yang lebih mendalam tentang keanekaragaman. Mempelajari lebih lanjut tentang ketidaksetaraan sosial dan ekonomi, termasuk faktor-faktor yang berkontribusi pada kesenjangan tersebut,  dampaknya pada akses pendidikan dan peluang. Mempelajari pendekatan yang efektif dan inovatif dalam pembelajaran yang memperhitungkan konteks sosial, budaya, ekonomi, dan politik.

Koneksi Antar Materi

Memahami perspektif sosial, budaya, ekonomi, dan politik, dalam pembelajaran, membantu guru merancang pendekatan pembelajaran yang lebih sesuai dengan kebutuhan individual peserta didik dan juga membantu  guru memahami dan mengatasi dinamika kompleks dalam ruang kelas. Ini juga mendukung membentuk guru yang lebih berwawasan luas, dan mampu menghadapi keanekaragaman di ruang kelas.

Aksi Nyata

Pemahaman dan pembelajaran perspektif sosial, budaya, ekonomi, dan politik memiliki manfaat signifikan untuk kesiapan saya sebagai guru.  Pembelajaran perspektif ini membantu saya memahami dan menghargai keragaman sosial, budaya, ekonomi, dan politik di antara peserta didik, sehingga menciptakan lingkungan pembelajaran yang mendukung kebutuhan beragam peserta didik. Memahami konteks sosial, budaya, ekonomi, dan politik peserta didik, sebagai guru saya dapat lebih baik menyelaraskan pembelajaran dengan pengalaman hidup peserta didik. Hal ini membuat pembelajaran lebih bermakna dan relevan bagi mereka. Saya menilai kesiapan saya saat ini berada pada skala 8 dari 10. Saya masih perlu belajar lebih lanjut tentang berbagai budaya, tradisi, dan nilai-nilai masyarakat agar memberikan wawasan yang lebih mendalam tentang keanekaragaman. Mempelajari lebih lanjut tentang ketidaksetaraan sosial dan ekonomi, termasuk faktor-faktor yang berkontribusi pada kesenjangan tersebut,  dampaknya pada akses pendidikan dan peluang. Serta mempelajari pendekatan yang efektif dan inovatif dalam pembelajaran yang memperhitungkan konteks sosial, budaya, ekonomi, dan politik. Hal yang perlu saya persiapkan lebih lanjut untuk bisa menerapkan dengan optimal adalah dengan mempelajari dan meningkatkan pengetahuan saya mengenai perspektif sosial, budaya, ekonomi dan politik dalam pembelajaran, mempelajari pendekatan, strategi, metode dan teknik pembelajaran berdasarkan perspektif sosial, budaya, ekonomi dan politik, agar saya dapat merancang pembelajaran yang lebih efektif dan sesuai kebutuhan peserta didik.

 


Rabu, 06 Maret 2024

Pengantar Perspektif Sosial, Budaya, Ekonomi, dan Politik dalam Pendidikan di Indonesia.

Topik 1 Pengantar Perspektif Sosial, Budaya, Ekonomi, dan Politik dalam Pendidikan di Indonesia.

                                                                    Aksi Nyata



Mulai Dari Diri

Hal yang saya pikirkan tentang topik ini sebelum mulai proses pembelajaran adalah bahwa secara garis besar saya tahu apa itu sosial, budaya, ekonomi, dan politik. Namun pemahaman secara mendalam tentang bagaimana sosial, budaya, ekonomi, dan politik berpengaruh dalam pendidikan di Indonesia, saya belum terlalu memahaminya.

Eksplorasi Konsep

Hal yang saya pelajari dari konsep pada topik ini yaitu saya mempelajari perspektif sosial, budaya, ekonomi dan politik dalam pendidikan pada masa sebelum dan sesudah kemerdekaan.

Ruang Kolaborasi

Pada ruang kolaborasi kami mempelajari tentang faktor sosial, budaya, ekonomi dan politik yang berpengaruh terhadap pendidikan di indonesia dari 5 video. Berdasarkan video yang telah dianalisis oleh kelompok dapat dikatakan setiap daerah memiliki faktor sosial, budaya, ekonomi dan politik yang masing-masingnya memengaruhi pendidikan.

Demonstrasi Kontekstual

Hal penting yang saya pelajari dari proses demonstrasi yaitu saya mendapat pemahaman yang lebih mendalam ketika melakukan presentasi, bertukar pendapat dengan teman kelas dan juga kasus-kasus yang diangkat dan dibahas bersama menambah wawasan tentang pengaruh sosial, budaya, ekonomi dan politik dalam pendidikan.

Elaborasi Pemahaman

Hal yang saya pahami tentang topik ini yaitu bahwa interaksi sosial dan lingkungan berpengaruh terhadap perkembangan kognitif individu. saya juga mendapat pemahaman tentang multikulturalisme, mediasi dan potensi belajar. Hal ini memberikan saya pemahaman dalam menerapkan permbelajaran yang menghargai keragaman dalam kelas dan membimbing peserta didik belajar sesuai kebutuhannya. Hal baru yang saya pahami atau yang berubah dari pemahaman di awal yaitu tentang teori Vygotsky. Setelah mempelajari teori sosiokultural saya memahami multikulturalisme, mediasi dan potensi belajar. Saya ingin mempelajari lebih lanjut tentang strategi-strategi yang dilakukan untuk mendukung keragaman dalam pembelajaran di kelas.

Koneksi Antar Materi

Saya mempelajari bahwa perspektif sosial, budaya, ekonomi dan politik berkaitan erat dengan materi yang dipelajari pada  mata kuliah filosofi pendidikan indonesia, pemahaman tentang peserta didik dan pembelajaran, prinsip pengajaran dan asesmen yang efektif serta pembelajaran sosial emosional, yang mana semunya ini menekankan tentang mengakui dan menghargai keragaman setiap peserta didik, baik karakteristik peserta didik yang beragam dan kebutuhan belajarnya.

Aksi Nyata

Pembelajaran ini memberikan saya manfaat agar sebagai guru saya dapat mengakui dan menghargai keragaman dalam kelas, merancang dan menerapkan pembelajaran yang dapat memenuhi karakteristik peserta didik yang beragam dalam kelas dan memberikan dukungan dan bimbingan belajar sesuai kebutuhan peserta didik agar mereka dapat mengembangkan setiap potensi yang dimiliki. Kesiapan saya saat ini berada pada skala 8 dari 10. Saya perlu mempelajari lagi strategi-strategi yang perlu dilakukan agar dapat memenuhi karakteristik dan kebutuhan belajar peserta didik yang beragam. Saya perlu mempelajari lebih lanjut dan mendalam lagi tentang faktor sosial, budaya, ekonomi, dan politik dalam pendidik dan mempelajari multikulturalisme, mediasi, dan potensi belajar agar dapat merancang pembelajaran dan melaksanakan pembelajaran mendukung bagi peserta didik dan relevan.

Selasa, 05 Maret 2024

Konsep Dasar Perspektif Sosiokultural dalam Pendidikan

Topik 2 Konsep Dasar Perspektif Sosiokultural dalam Pendidikan.
Aksi Nyata

 

Mulai Dari Diri

Sebelum memulai proses pembelajaran pada topik ini, saya melihat topik ini berjudul Konsep Dasar Perspektif Sosiokultural dalam Pendidikan dan saya berpikir isi materinya tentang sudut pandang interaksi sosial dan budaya dalam pendidikan.

Eksplorasi Konsep

Konsep yang saya pelajari pada topik ini yaitu status sosioekonomi (SES) yang mempengaruhi interksi sosial orang dewasa dan anak, dan Cultural-Historical Activity Theory (CHAT)  yang sangat penting karena dalam memahami hubungan apa pun, seperti hubungan SES dan pengembangan.

Ruang Kolaborasi

Pada ruang kolaborasi saya menganalisis studi kasus tentang perspektif sosiokultural dalam penerapan pendidikan di Indonesia dalam kelompok dari tiga bacaan yaitu Belajar Berdemokrasi, dari buku Mengajar untuk Perubahan, Ray Sang Pecandu Online Game, dari buku Mengajar untuk Perubahan, Literasi Dasar, dari Buku Melawan Setan Bermata Runcing: Pengalaman Gerakan Pendidikan Sokola.  Kami Menganalisis faktor sosial, budaya, ekonomi dan politik yang penting dalam cerita tersebut. Saya menyadari penting pemerataan pendidikan dan juga memotivasi saya untuk memberikan pendidikan yang berkualitas, relevan dan bermakna dengan memperhatikan keberagaman latar belakang peserta didik.

Demonstrasi Kontekstual

Hal penting yang saya pelajari dari proses demonstrasi kontekstual bersama kelompok yaitu kami dapat mempresentasikan hasil kerja kelompok dan memberikan pandangan mengenai topik bahasan. Kami saling bekerja sama dalam kelompok dengan baik.

Elaborasi Pemahaman

Sosioekonomi merupakan salah satu faktor yang berpengaruh terhadap pendidikan dan interaksi sosial orang dewasa dan anak. Penting untuk memahami status sosioekonomi dan sosiokultural beragam dan tidak memandang perbedaan sebagai penghambat. Guru, orang tua maupun orang sekitar peserta didik perlu memberikan dukungan pendidikan bagi semua peserta didik. Seorang guru harus mengenal dan memahami latar belakang peserta didiknya agar mampu menciptakan pembelajaran yang relevan dan bermakna bagi peserta didik.

Hal baru yang saya pahami yaitu SES mempengaruhi pola interkasi orang dewasa dan anak dan aktivititas sosial dan insteraksi orang dewasa-anak membentuk dasar sosialisasi kognitif.

Hal yang ingin saya pelajari lebih lanjut yaitu bagaimana keberagaman budaya peserta didik dapat diintegrasikan dalam upaya mencapai keadilan pendidikan. Apa tantangan yang muncul dalam menciptakan lingkungan pembelajaran yang adil untuk semua peserta didik. Bagaimana keberhasilan atau efektivitas implementasi konsep sosiokultural dapat diukur atau dinilai. Apakah ada indikator tertentu yang dapat digunakan untuk mengevaluasi dampaknya terhadap pembelajaran peserta didik.

Koneksi Antar Materi

Hal yang saya pelajari dari konekasi antar materi yaitu bahwa Konsep Dasar Perspektif Sosiokultural dalam Pendidikan berkaitan erat dengan filosofi pendidikan di indonesia, pemahaman tentang  peserta didik dan pembelajarannya, prinsip pengajaran dan asesmen yang efektif, pembelajaran sosial emosional dan teknologi baru dalam pembelajaran dan pengajaran. Semuanya ini memberikan pemahaman tentang bagaimana memahami latar belakang peserta didik yang beragam dan memberikan pemahaman bagaimana guru dapat menciptakan pembelajaran yang mengakui dan menghargai perbedaan serta menciptakan pembelajaran yang relevan, menarik dan bermakna bagi peserta didik.

Aksi Nyata

Manfaat pembelajaran ini bagi saya sebagai guru yaitu memberikan saya pemahaman dan mempersiapkan saya untuk nantinya menjadi guru yang memahami latar belakang peserta didik yang beragam dalam kelas dan merancang pembelajaran sesuai kebutuhan setiap peserta didik, dan melakukan pembelajaran yang relevan dan bermakna bagi peserta didik.

Saya menilai kesiapan saya berada pada skala 8 dari 10, karena saya masih perlu banyak belajar memperdalam pemahaman saya tentang Konsep Dasar Perspektif Sosiokultural dalam Pendidikan dan saya baru belajar teorinya, belum menerapkan dalam pembelajaran di kelas.

Saya perlu belajar lebih banyak lagi dari berbagi referensi untuk mendapatkan pemahaman yang baik tentang Konsep Dasar Perspektif Sosiokultural dalam Pendidikan dan mempelajari karakteristik, serta kebutuhan peserta didik agar dapat menerapkan dalam pembelajaran dengan optimal.

 

Isu-isu penyelenggaraan pendidikan dan pembelajaran di sekolah dalam perspektif sosial, budaya, ekonomi dan politik.

Topik 6.  Isu-isu penyelenggaraan pendidikan dan pembelajaran di sekolah dalam perspektif sosial, budaya, ekonomi dan politik Aksi Nyata Mul...